Selasa, 27 Agustus 2019

Alkana


Suatu senyawa yang hanya tersusun atas karbon dan hidrogen saja disebut senyawa hidrokarbon. Senyawa hidrokarbon yang paling sederhana adalah metana (CH4). Senyawa hidrokarbon selanjutnya dapat dipandang sebagai turunan metana jika satu atom H atau lebih milik metana diganti dengan
atom-atom karbon yang lain. Jika hidrokarbon tersebut hanya terdiri atas ikatan tunggal saja di sebut alkuna atau paraffin yang sukar bereaksi. Rumus umum alkana adalah:

Penggantian atom H oleh atom C yang lain, akan menghasilkan suatu deret homolog (sepancaran), yaitu suatu seri susunan hidrokarbon yang setiap anggota berbeda sebanyak –CH2– dari anggota berbeda sebanyak –CH2–dari anggota berikutnya. Sifat-sifatnya berubah secara bertahap dan teratursesuai dengan bertambahnya panjang rantai karbon.
1.      Deret Homolog
Deretan rumus molekul alkana menunjukan bahwa pada setiap anggota yang satu ke anggota berikutnya bertambah sebanyak CH2. Deret senyawa karbon yang demikian ini disebut deret homolog. Deretan homolog pada alkana mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.
·         Mempunyai rumus umum, untuk deret homolog akana adalah CnH2n+2.
·         Antara satu anggota ke anggota berikutnya mempunyai perbedaan CH2.
·         Selisih massa rumus antara satu anggota ke anggota berikutnya adalah 14.

·         Semakin panjang rantai atom karbonnya, semakin tinggi titik didihnya.
Tabel 1. Deret Homolog Alkana
n
Rumus Molekul
Nama
1
CH4
Metana
2
C2H6
Etana
3
C3H8
Propana
4
C4H10
Butana
5
C5H12
Pentana
6
C6H14
Heksana
7
C7H16
Heptana
8
C8H18
Oktana
9
C9H20
Nonana
10
C10H22
Dekana
11
C11H24
Undekana
12
C12H26
Dodekana
13
C13H28
Tridekana
14
C14H30
Tetradekana
15
C15H32
Pentadekana
16
C16H34
Heksadekana

2.      Gugus Alkil
Jika suatu alkana kehilangan satu atom H maka tinggallah suatu gugus yang disebut gugus alkil (biasa ditulis –R). Penamaan gugus alkil sesuai dengan nama alkananya, tetapi akhiran  ana diganti dengan akhiran –il. Contoh nama gugus alkil ditunjukan dalam table berikut ini.
Tabel 2. Nama-nama Gugus Alkil
Alkana
Alkil
Rumus
Nama
Rumus
Nama
CH4
Metana
CH3
Metil
C2H6
Etana
C2H5
Etil
C3H8
Propana
C3H7
Propil
C4H10
Butana
C4H9
Butil
C5H12
Pentana
C5H11
Pentil
C6H14
Heksana
C6H13
Heksil
C7H16
Heptana
C7H15
Heptil
C8H18
Oktana
C8H17
Oktil
C9H20
Nonana
C9H19
Nonil
C10H22
Dekana
C10H21
Dekil
3.      Tata Nama Alkana
Senyawa karbon merupakan senyawa yang jenis dan jumlahnya sangat banyak. Oleh karena itu, diperlukan cara penamaan senyawa karbon yang sistematis. Nama senyawa karbon dapat memberi informasi tentang rumus molekul dan strukturnya. Pemberian nama senyawa karbon didasarkan pada aturan IUPAC (International Uinion and Pure Appilied Chemistry) sebagai berikut.
  • Nama alkana diambil berdasarkan jumlah atom karbon yang menyusun dan di akhiri dengan akhiran “ana”.·        
  • Jika strukturnya telah diketahui dan merupakan rantai karbon tak bercabang, di depan nama tersebut diberi huruf (dari kata normal).
CONTOH!!

CH3−CH2−CH2−CH: n-butana
  • Jika rantai karbonnya bercabang ditentukan dahulu rantai utama (rantai induk), yaitu rantai atom karbon terpanjang dan diberi nomor urut dari ujung paling dekat dengan letak cabang.
CONTOH!!
                      

  • Menetapkan gugus cabang yang terikat pada rantai utama. Gugus cabang pada alkana umumnya merupakan alkil. Gugus alkil merupakan gugus hidrokarbon (alkana) yang kehilangan sebuah atom hidrogen. Rumus umum alkil adalah CnH2n+1. Nama gugus alkil disesuaikan dengannama alkana dengan mengganti akhiran -ana dengan akhiran -il.
  •  Gugus alkil yang mempunyai rantai bercabang atau tidak terkait pada atom karbon primer diberi nama tertentu
CONTOH!!
                        








  •  Urutan penamaan alkana: nama cabang -nama cabang- nama rantai utama
CONTOH!!

  •  Jika terdapat lebih dari satu cabang yang sama, nama cabang disebut sekali, tetapi diawali dengan angka latin menunjukan jumlahnya. 

CONTOH!!

4.      Isomeri Alkana  
Banyak dijumpai bahwa beberapa senyawa kimia memiliki rumus molekul yang sama, tetapi memiliki bentuk yang berbeda. Mengapa demikian? Ini disebabkan karena senyawa kimia tertentu mengalami proses isomerisme. Isomerisme merupakan suatu peristiwa dimana dua senyawa kimia atau lebih memiliki rumus molekul yang sama, tetapi rumus ikatan karbonnya berbeda. Senyawa ini biasanya disebut dengan isomer. Alkana hanya memiliki 1 jenis isomer yaitu isomer rangka.
Mengapa disebut isomer rangka? Karena senyawa-senyawa pada alkana memiliki rumus molekul yang sama, tetapi susunan rangkanya berbeda. Pada alkana, raantai karbon bias berbentuk lurus ataupun bercabang. Tetapi pada alkana memiliki jumlah karbon tiga ataupun kurang seperti C3H8, C2H6, dan CH4 tidak memiliki isomer. Ini disebabkan karena senyawa-senyawa tersebut hanya memiliki satu cara untuk kerangkanya, sehingga hanya memiliki rumus struktur yang sama.
Pada alkan yang dimulai dengan atom karbonnya berjumlah 4 atau lebih seperti C4H10 dan seterusnya memiliki lebih dari satu s=kemungkinan terbentuknya isomer.
CONTOH!!
Senyawa dengan rumus molekul C4H10 mempunyai dua struktur yang berbeda, yaitu:                                         

CH3−CH2−CH2−CH3                                                       
                                                                        

n-butana                                                 metilpropana
Tabel 3. Jumlah Isomer dari Beberapa Alkana
Jumlah atom C
4
5
6
7
8
9
10
15
20
Rumus Molekul
C4H10
C5H12
C6H14
C7H16
C8H18
C9H20
C10H22
C15H32
C20H42
Jumlah Isomer
2
3
5
9
18
35
75
4.347
366.319

5.      Sifat-Sifat Alkana
a.      Sifat Fisis Alkana
Alkana merupakan senyawa kovalen yang mempunyai titik didih dan titik lebur relatif rendah. Titik didih dan titik lebur alkana ditentukan oleh banyak atom karbon dan struktur rantai atom karbonnya. Secara umum titik didih dan titik lebur alkana mempunyai pola sebagai berikut.
  •  Semakin banyak atom karbon atau semakin panjang rantai karbon suatu alkana, semakin tinggi titik didih dan titik leburnya.
  •  Untuk jumlah atom karbon yang sama, isomer dengan rantai karbon tidak bercabang mempunyai titik didih dan titik lebur yang lebih tinggi daripada isomer dengan rantai karbon bercabang.
  •  Semakain banyak cabang pada rantai karbonnya, semakin rendah titik didihnya dan titik leburnya. 
b.      Sifat Kimia Alkana
Alkana merupakan hidrokarbon jenuh dan semua ikatan yang ada merupakan ikatan kovalen yang sempurna. akibatnya, hidrokarbon merupakan senyawa yang kurang reaktif sehingga disebut “paraffin” yang berarti daya gabung atau daya reaksinya rendah. Semakin panjang rantai karbon, semakin berkurang kereaktifannya. Reaksi pada alkana umumnya merupakan reaksi substitusi, yaitu reaksi penggantian gugus atom hidrogen pada suatu alkana. Simak beberapa contoh reaksi pada alkana berikut.
·         Dengan gas klorin dapat bereaksi jika ada sinar matahari atau bantuan cahaya.

                                  CH4 + Cl2      CH3Cl + HCl
                                        Metilklorida  (Klorometana)

                                  CH3Cl + Cl2          CH2Cl2 + HCl
                                       Metilenklorida (Diklorometana)
·         Pada pembakaran sempurna alkana, akan dihasilkan gas CO2 dan H2O.

                                    CH4 + 2O2             CO2 + 2H2O
6.      Kegunaan Alkana
1)      Alkana digunakan sebagai bahan bakar. Manfaat utama alkana di antara lain:
  •  Metana merupakan senyawa utama yang terkandung dalam gas alam cair atau LNG (Liquefied Natural Gas). Gas alam banyak digunakan sebagai bahan bakar di industri dan rumah tangga.
  •  Alkana dengan jumlah atom karbon 2 (etana) sampai 5 (pentana) terkandung dalam LPG (Liquefied Natural Gas) atau lebih dikenal sebagai elpiji. Elpiji digunakan sebagai bahan bakar untuk rumah tangga.
  •   Butana digunakan sebagai pengisi korek api.
  •  Oktana merupakan senyawa utama yang terkandung di dalam bensin. Bensin digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.
2)      Selain digunakan sebagai bahan bakar, alkana juga dimanfaatkan sebagai pelarut non polar yang dapat melarutkan senyawa-senyawa non-polar.
3)      Lilin dan aspal merupakan senyawa alkana suhu tinggi (rantai karbonnya mencapai lebih dari 20 atom karbon). Lilin digunakan dalam berbagai industri tekstil (untuk membatik), sedangkan aspal digunakan untuk pengerasan jalan.

0 komentar:

Posting Komentar